<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dewan Perwakilan Mahasiswa FMIPA Unnes &#187; Kontroversi</title>
	<atom:link href="http://dpmipa.wordpress.com/category/kontroversi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dpmipa.wordpress.com</link>
	<description>[...] Berjuang memang pahit, karena SURGA itu MANIS :::...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2009 03:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dpmipa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b23967f3c3d616770f90320fff68460d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dewan Perwakilan Mahasiswa FMIPA Unnes &#187; Kontroversi</title>
		<link>http://dpmipa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pencerahan Moral dan Politik Mahasiswa</title>
		<link>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/20/pencerahan-moral-dan-politik-mahasiswa/</link>
		<comments>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/20/pencerahan-moral-dan-politik-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 14:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fisikawanunnes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpmipa.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Jayanto *
Gerakan moral (moral movement), sebuah istilah mempesona yang selama ini disematkan kepada gerakan mahasiswa. Mempesona karena berbicara tentang moral berarti berbicara tentang suara hati yang senantiasa merefleksikan kebenaran universal, menolak segala bentuk pelanggaran HAM, penindasan, kesewenang-wenangan, kezaliman, dan otoriteranisme kekuasaan. Suara hati nurani inilah yang memberi energi konstan dan kontinu bagi pergerakan mahasiswa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpmipa.wordpress.com&blog=3179865&post=14&subd=dpmipa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Oleh <b>Jayanto</b> *</p>
<p>Gerakan moral <i>(moral movement)</i>, sebuah istilah mempesona yang selama ini disematkan kepada gerakan mahasiswa. Mempesona karena berbicara tentang moral berarti berbicara tentang suara hati yang senantiasa merefleksikan kebenaran universal, menolak segala bentuk pelanggaran HAM, penindasan, kesewenang-wenangan, kezaliman, dan otoriteranisme kekuasaan. Suara hati nurani inilah yang memberi energi konstan dan kontinu bagi pergerakan mahasiswa. Ya, kekuasaan moral <i>(moral force)</i> adalah kekuatan abadi yang tak kan pernah mati selama ada manusia yang jujur dengan nuraninya.</p>
<p>Gerakan politik nilai <i>(value political movement)</i>, istilah idealis lain yang dikaitkan dengan gerakan mahasiswa. Idealis karena gerakan yang dibangun bukan gerakan politik kekuasaan <i>(power political movement)</i> yang berorientasi kekuasaan seperti partai politik, namun berorientasi terciptanya nilai-nilai ideal kebenaran, keadilan, humanisme (kemanusiaan), profesionalitas, dan intelektualitas dalam seluruh aspek pengelolaan negara.</p>
<p>Perpaduan antara gerakan moral dan gerakan politik nilai inilah yang menjadikan gerakan mahasiswa sebagai gerakan yang murni <i>(genuie)</i>, unik, luas, lintas sektoral, anti kekerasan dan kontrol sosial yang teramat sulit dikooptasi oleh kepentingan politik kekuasaan. Isu-isu yang diangkat terdiri dari berbagai masalah secara umum, baik masalah politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, keamanan, dan sebagainya, namun dalam kondisi tertentu bisa menukik lebih spesifik seperti penurunan rezim diktator seperti yang terjadi pada tahun 1966, 1998, 1999, 2001. Khusus masalah kepemimpinan nasional maupun daerah, gerakan mahasiswa tidak berkepentingan untuk mendukung sseseorang menjadi presiden, gubernur, bupati, dan sebagainya. Namun, siapa pun yang naik ke pucuk pimpinan dan tidak menjalankan amanat reformasi akan senantiasa berhadapan dengan gerakan mahasiswa.<b><span id="more-14"></span></b></p>
<p><i>Hariman Siregar</i> dalam bukunya <i>&#8220;Gerakan Mahasiswa, Pilar ke-5 Demokrasi&#8221;</i> menjelaskan ciri gerakan mahasiswa, yaitu :</p>
<ul>
<li>Bersifat spontanitas.      Partisipasi mahasiswa dalam gerakan merupakan respon spontan atas situasi      yang tidak sehat, bukan atas ideologi tertentu, melainkan atas nilai-nilai      ideal. Namun hal ini bukan berarti tidak ada pendidikan publik di kalangan      mahasiswa.</li>
<li>Bercorak nonstruktural. Gerakan      mahasiswa tak terkendali oleh suatu organisasi tunggal, termasuk      kepemimpinan komando, melainkan bercorak organisasi cair, dengan otonomi      masing-masing berbasisi kampus sangat besar. Agenda aksi dibicarakan      secara terbuka dan diputuskan serta diorganisasikan secara kolektif.</li>
<li>Bukan agenda politik di luar      kampus. Gerakan mahasiswa bersifat independen dari kelompok kepentingan      tertentu, tetapi tidak menutup kemungkinan ada langkah bersama. Ini bisa      terjadi lantaran sifat gerakan mahasiswa itu sendiri yang merupakan      reartikulator kepentingan rakyat atau gerakan moral.</li>
<li>Memiliki jaringan luas.      Mengingat otonomi masin-masing kampus begitu tinggi, pola gerakan      mahasiswa terlatak pada jaringan yang dibinanya. Bentuk jaringan menjadi      salah satu ciri dari pengorganisasian gerakan mahasiswa. Jaringan yang      terbentuk biasanya luwes sehingga memudahkan untuk bermanuver serta tidak      mudah untuk dikooptasi oleh kelompok kepentingan yang bertentangan dengan      gerakan moral, termasuk pemerintah.</li>
</ul>
<p><b>Pencerahan Moral</b></p>
<p>Ada realitas tak terbantahkan yang menunjuk tidak semua mahasiswa memiliki ketersadaran dan keterlibatan dengan gerakan mahasiswa. Hal ini disebabkan mahasiswa Indonesia terhinggapi virus pragmatisme dan apatisme. Di sisi lain, sistem pendidikan yang berlaku cenderung mendukung tersebarnya virus pragmatisme dan apatisme karena sepertinya hanya membentuk mahasiswa yang pintar dan terampil serta berorientasi kerja untuk memenuhi permintaan pasar. Virus ini telah sukses menggiring mahasiswa ke sisi tragis mahasiswa. Tragis karena virus ini telah berhasil &#8220;membunuh&#8221; atau setidaknya &#8220;membonsai&#8221; karakter mahasiswa, yakni idealime dan daya kritis. Oleh karena itu, kita menyaksikan mahasiswa yang terasing dari masyarakatnya, berusaha lulus cepat, namun hanya untk mengisi barisan pencari kerja, tidak peduli dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan, individualis bahkan hedonis ! Mahasiswa seperti inilah yang disebut <i>Hariman Siregar</i> dengan mahasiswa mental kerupuk.</p>
<p>Mereka mungkin tercerahkan secara akademis / intelektual, tapi belum tercerahkan secara moral dan secara politik. Tidak, saya tidak mengatakan mereka tidak bermoral ataupun tidak berpolitik. Namun, moralitas tersebut pasif, tidak memiliki elan vital yang melahirkan gerak, kalaupun mereka berpolitik, aktifitas politiknya didasari anggapan bahwa politik itu 100% kotor, jijik, dan tidak mungkin ada politik yang bersih.</p>
<p>Dari sinilah dibutuhkan sebuah rekayasa sosial yang konseptual dan sistematis untuk melakukan pencerahan moral dan politik terhadap mahasiswa sehingga mereka menyadari tanggung jawab akademis, namun juga tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, tanggung jawab politis serta tanggung jawab kesejarahan. Keseluruhan tanggung jawab tersebut inheren dalan diri mahasiswa seiring dengan berubahnya status dan identitas menjadi mahasiswa.</p>
<p>lebih dari itu, pencerahan moral dan politik ini akan menghidupkan daya kritis dan idealisme mahasiswa dalam menyikapi berbagai kejadian serta menumbuhkan semangat perlawanan mahasiswa atas berbagai penindasan, kesewenang-wenangan, kezaliman, pelanggaran HAM, dan otoriteranisme kekuasaan.</p>
<p>Dari rahim kesadaran, daya kritis, idealisme, serta semangat perlawanan ini terlahirlah gerakan moral mahasiswa. Gerakan ini eskalasinya akan semakin masif manakala pencerahan moral dan politik yang dilakukan betul-betul konseptual dan sistematis sehingga memiliki daya tularyang cepat dan dahsyat di kalangan mahasiswa.</p>
<p>Dalam tataran praktis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melakukan akselerasi pencerahan moral dan politik di kalangan mahasiswa. Metode -metode ini telah terbukti cukup ampuh membangun kesadaran dan daya kritis mahasiswa pada masa lalu dan dirasa efektif untuk sekarang. Diantaranya :</p>
<ul>
<li>Menghidupkan kambali mimbar      bebas di setiap kampus, baik tingkat universitas, fakultas maupun jurusan,</li>
<li>Menggalakkan forum-forum      diskusi tentang berbagai permasalahan dan isu-isu yang berkembang di      masyarakat. Forum diskusi ini bisa melakukan kajian berdasarkan pandangan      disiplin ilmu tertentu, ataupun interdisipliner yang pesertanya berasal      dari berasal dari fakultas, jurusan maupun universitas berbeda</li>
<li>Mengintensifkan seminar-seminar      tentang gerakan moral mahasiswa</li>
<li>Menghidupkan pers mahasiswa      sebagai sarana komunikasi, aktualialisasi dan artikulasi gagasan-gagasan      brilian serta ide-ide cerdas mahasiswa untuk mencari solusi atas berbagai      permasalahan</li>
<li>Optimalisasi kegiatan-kagiatan      pengkaderan di organisasi-organisasi kemahasiswaan yang diarahkan untuk      mencetak kader-kader mahasiswa dan calon pemimpin bangsa yang cerdas,      terampil, moralis, religius, krediberl, peduli terhadap permasalahan yang      terjadi di sekitar serta mamiliki integritas diri yang diakui</li>
<li>Memperbanyak      penelitian-penelitian ilmiah yang berkaitan dengan problem-problem nyata      di masyarakat</li>
<li>Membangun organisasi-organisasi      kemahasiswaan yang layak disebut student govermen, yang mandiri dalam      menentukan sikap tanpa tekanan birokrat atau pihak manapun</li>
</ul>
<p>Dengan demikian, akan terbentuk generasi baru mahasiswa Indonesia yang tercerahkan, sipa menghadapi masa depan dengan penuh optimisme, pemuda ksatria yang akan mengukir sejarah kejayaan yang mampesona. Sungguh, sejarah sedang menunggu langkah-langkah mahasiswa Indonesia yang spektakuler ..!</p>
<p>Seruan menuju pencerahan ini harus segera dikumandangankan untuk membangun singa-singa mahasiswa yang sedang tidur.</p>
<p>Wahai mahasiswa ..! Sambutlah seruan totalitas perjuangan ini :</p>
<p><img src="http://dpmipa.files.wordpress.com/2008/03/orasi-okka.jpg?w=161&#038;h=211" alt="orasi-okka.jpg" align="left" height="211" width="161" /><i>Kepada para mahasiswa &#8230; yang merindukan kejayaan&#8230;</i></p>
<p><i>kepada rakyat yang kebinggungan&#8230; di persimpangan jalan&#8230;</i></p>
<p><i>Kepada pewaris peradaban&#8230; yang telah menggoreskan&#8230;</i></p>
<p><i>Sebuah catatan kebanggaan&#8230; di lembar sejarah manusia&#8230;</i></p>
<p><i>Wahai kalian yang rindu kemenangan &#8230;!</i></p>
<p><i>Wahai kalian yang turun ke jalan &#8230;!</i></p>
<p><i>Demi mempersembahkan jiwa dan raga</i></p>
<p><i>Untuk negeri tercinta &#8230; !</i></p>
<p>*) Ketua DPM FMIPA Unnes 2007</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dpmipa.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dpmipa.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpmipa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpmipa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpmipa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpmipa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpmipa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpmipa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpmipa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpmipa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpmipa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpmipa.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpmipa.wordpress.com&blog=3179865&post=14&subd=dpmipa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/20/pencerahan-moral-dan-politik-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb575d4061c8c6cedf0325ad6b82560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dpmipa.files.wordpress.com/2008/03/orasi-okka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">orasi-okka.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUU APP Sudah Tak Ada Lagi</title>
		<link>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/16/ruu-app-sudah-tak-ada-lagi/</link>
		<comments>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/16/ruu-app-sudah-tak-ada-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 18:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpmipa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pornoaksi]]></category>
		<category><![CDATA[RUU APP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpmipa.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Apa kabar Randangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP)?  Barangkali masyarakat mulai lalai.  RUU yang sempat menjadi controversial dan telah membuat ketakutan para aktivis perempuan itu kini nyaris tak terdengar suaranya.
Menurut Balkan, RUU APP telah berganti nama menjadi RUU Pornografi. &#8220;Ya, kami mengalah demi kepentingan nasional,&#8221; kata pria kelahiran Saparua, Maluku, 63 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpmipa.wordpress.com&blog=3179865&post=7&subd=dpmipa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://dpmipa.files.wordpress.com/2008/03/inul.jpg" alt="inul.jpg" align="left" />Apa kabar Randangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP)?  Barangkali masyarakat mulai lalai.  RUU yang sempat menjadi controversial dan telah membuat ketakutan para aktivis perempuan itu kini nyaris tak terdengar suaranya.</p>
<p>Menurut Balkan, RUU APP telah berganti nama menjadi RUU Pornografi. &#8220;Ya, kami mengalah demi kepentingan nasional,&#8221; kata pria kelahiran Saparua, Maluku, 63 tahun silam. Namun, mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia Ambon tahun 60-an ini meyakinkan bahwa RUU tersebut tidak mengurangi semangat untuk menindak tegas pornografi.</p>
<p>Sementara, soal berlarut-larutnya pembahasan RUU, Balkan mengakui susahnya mempersatukan fraksi-fraksi di DPR. Belum lagi, tekanan dan intimidasi yang ia terima. Sayangnya, suami dari H. Salamah Maladiana ini tidak bersedia menceritakan tekanan dan intimidasi yang ia terima.<b><span id="more-7"></span></b></p>
<p>&#8220;Sudah lah, Pertanyaan itu saya kira tidak usah diekspos. Ya kalau mau diceritakan keluar air mata saya,&#8221; kata Balkan.</p>
<p>Belakangan, yang namanya RUU APP ini sudah tak ada lagi. Antara lain, akibat desakan dua mantan presiden RI, Abdurahman Wahid alias Gus Dur dan Megawati. Kini, RUU itu sudah beralih nama menjadi RUU Pornografi saja. Apa kira-kira perubahannya? Ada apa efek penggantian nama ini? Dan mungkinkan umat Islam akan dipecundangi kesekian kalinya?</p>
<p>Nah, lebih jauh, wartawan <a href="http://www.hidayatullah.com/">www.hidayatullah.com</a>, Ahmad Damanik, mewawancarai Drs. H. Balkan Kaplale, Ketua Pansus RUU APP  di kantornya, Gedung DPR Nusantara 1 Lt. 10. Berikut petikan wawancaranya:</p>
<p><b>Bagaimana pembahasan RUU APP saat ini?</b></p>
<p>Mengenai pembahasan, usul dari Gus Dur melalui PKB dan usul Megawati melalui PDI kita akomodir. Gus Dur mengusulkan menghilangkan kata &#8220;Anti&#8221;. Sedangkan, Megawati mengusulkan kata &#8220;Pornoaksi&#8221; dihilangkan. Jadi tinggal UU Pornografi.<br />
<b>Itu artinya Pansus mengalah dengan usulan tersebut?</b></p>
<p>Ya, kami mengalah demi kepentingan nasional. Namun, sebelum itu almarhum Kiai Thoyfur dari PPP Jawa Tengah mati-matian mempertahankan. Namun setelah kita kompromikan mendapatkan hasil tiga bab yang menjelaskan tentang masalah Perlindungan Anak, Tindak Pidana, dan Pornoaksi itu tetap masuk. Tiga bab itu sangat penting tidak boleh dihapus.</p>
<p>Jadi, nanti tinggal 10 Bab 40 Pasal, kalau yang lama 19 Bab 93 Pasal.</p>
<p><b>Apakah karena ada pihak yang menekan agar Anda menerima usulan tersebut?</b></p>
<p>Tidak, kita hanya tidak menghendaki ulama sekaliber Gus Dur dan istrinya ikut-ikutan demonstrasi di DPR dan Monas tentang masalah ini, apalagi bergabung dengan LSM-LSM yang kasihan lah&#8230;, trus dengan Inul dan Ratna Sarumpaet. Mereka bukan levelnya. Kalau mantan presiden biasa saja saya tidak terlalu peduli.</p>
<p><b>Dengan bergantinya nama dan berkurang pasal tersebut. Apakah kelak akan mengurangi kekuatan undang-undang ini?</b></p>
<p>Walaupun dalam RUU APP ini kata Pornoaksinya hilang, namun tetap ada bab khusus yang mengatur Pornoaksi. Sementara di UU lain nggak ada. Contoh 281, 282, 283 KUHAP hanya menyatakan perbuatan asusila, tapi what is the meaning asusila itu tidak ada. RUU ini akan menjawabnya.</p>
<p>Saya kira sudah keras. Apalagi ada 15 pasal yang membahas tentang tindak pidana. Kasus seperti yang dilakukan Yahya Zaini dan Maria Eva itu bisa kena tindak pidana penjara 10 tahun dan denda 2 miliar.</p>
<p><b>Lalu kenapa pembahasan RUU sampai berlarut-larut?</b></p>
<p>Mempersatukan fraksi-fraksi ini memang tidak mudah. Itu karena negara ini Pancasila, maka kita harus pelan-pelan. Tapi setidaknya sudah ada kemajuan. Dari pada harus menunggu 10 tahun lagi, karena RUU ini sudah sejak zaman pemerintahan BJ. Habibie.</p>
<p>Kami juga direpotkan dengan turut campurnya negara-negara asing dalam pembahasan RUU ini.</p>
<p><b>Negara-negara mana saja yang turut campur?</b></p>
<p>Saya sebutkan 7 negara asing melalui lembaga resmi mereka, yaitu: <i>Voice of America, BBC London, TV Belanda, Helsinki, Tribun Singapore, Philipina, dan Inggris. </i>Terakhir saya didatangi Atase Politik Kedutaan Besar Inggris.</p>
<p><b>Apa yang mereka katakan kepada Anda?</b></p>
<p>Mereka menganggap Indonesia ini adalah tempat yang mudah untuk mengembangkan industri seks, karena tidak ada payung hukumnya. Oleh karena mudah itulah, negara-negara yang berkecimpung dalam penanaman modal industri seks menganggap Indonesia ini lahan paling subur.</p>
<p>Ada juga yang mengkhawatirkan dengan RUU ini, Indonesia akan diarahkan kepada negara fundamentalis dan bernuansa syariat Islam.</p>
<p><b>Lalu apa yang Anda katakan kepada mereka?</b></p>
<p>Saya bilang itu alasan-alasan lama yang sudah sering saya dengar ketika masih kecil. Ketika bapak saya masih menjadi ketua Muhammadiyah di Saparua, pernyataan kekhawatiran negara Islam itu sudah pernah disampaikan kepadanya. Lalu, saya katakan saja, ngapain kita repot-repot soal syariat Islam dan negara Islam. Pancasila saja sudah cukup. Pancasila sudah jaminan. Mereka Diam. Apa Anda tidak yakin Pancasila bisa menyatukan agama di Indonesia?</p>
<p>Yang namanya syariat Islam itu kan menjalankan hukum-hukum Allah, ya sudah titik. Lalu, TV Belanda bertanya, &#8220;Apa tuan akan tangkap turis asing yang mandi di pantai Bali?&#8221;</p>
<p>Saya bilang, siapa yang mau tangkap. Biarin aja. Tapi jangan ke Pura, kalau ke Pura harus pakai pakaian sopan. Saya jawab baik-baik aja.</p>
<p><b>Mereka menginginkan agar RUU ini gagal?</b></p>
<p>Itu tidak melalui negara-negara asing, tapi melalui orang-orang kita yang dipoles sedemikian rupa, contoh: Ponti Corolus (Direktur Publisher Playboy Indonesia-red). Hingga saat ini mereka terus terbit sepanjang payung hukum belum ada.</p>
<p><b>Selama jadi ketua Pansus ini, apakah ada intimidasi yang Anda dapatkan?</b></p>
<p>Nggak usah lah. Pertanyaan itu saya kira tidak usah diekspos. Ya kalau mau diceritakan keluar air mata saya. Yang pasti pernah tapi tidak terlalu keras dan tidak sampai ke fisik. Ya sebatas uji mental saja lah.</p>
<p><b>Bagaimana Anda menghadapinya?</b></p>
<p>Tidak usah lah.</p>
<p><b>Kenapa?</b></p>
<p>Kita sudah punya modal dasar yaitu lintas fraksi yang sudah solid banget. Itu perjalanannya luar biasa. Nanti saja diceritakannya. Nanti liar lagi. Jadi beri kesempatan saya dulu untuk menyelesaikan tugas ini. Wah, itu perjuangannya luar biasa.</p>
<p>Kekuatan industri seks ini kuat sekali, dimana pun saya berada, mereka selalu minta bicara kepada saya.</p>
<p><b>Apa juga dialami anggota pansus yang lain?</b></p>
<p>Tidak. Bahkan, mereka menghadap fraksi saya, minta agar fraksi meninjau kedudukan saya sebagai  ketua pansus. Mereka yang terdiri dari artis dan seniman datang di ruang badan legislasi. Tapi, alhamdulillah, ketua pansus yang paling lama ya saya, karena biasanya ketua pansus nggak akan lama.</p>
<p>Padahal ketua pansus ini apa sih, hanya kebahagiaan dalam batin saja. Saya yakin, insya Allah walaupun dengan cara apa pun mereka meruntuhkan saya<i>, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala  </i>(Swt) melindungi. Yakinlah kalau berjuang di jalan Allah, ada saja bantuan dari Allah Swt.</p>
<p>[berita diambil dari : http://hidayatullah.com]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dpmipa.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dpmipa.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpmipa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpmipa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpmipa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpmipa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpmipa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpmipa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpmipa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpmipa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpmipa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpmipa.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpmipa.wordpress.com&blog=3179865&post=7&subd=dpmipa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpmipa.wordpress.com/2008/03/16/ruu-app-sudah-tak-ada-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88d3132a6a1d778db8856bee915d6afc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpmipa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dpmipa.files.wordpress.com/2008/03/inul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inul.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>